Cara Meminimalisir Penipuan saat Beli Tanah

Cara Meminimalisir Penipuan saat Beli Tanah

Bagi kamu yang yang pertama kali ingin membeli tanah, baik untuk investasi masa depan ataupun untuk membangun hunian sendiri. Ada baiknya jika memperhatikan beberapa hal penting agar terhindar dari penipuan.

Mencari tempat ataupun orang yang jual tanah secara offline ataupun online itu memerlukan beberapa pemahaman khusus. Tidak sedikit masyarakat yang tertipu atau mengalami kerugian dari membeli tanah yang bermasalah. Bahkan banyak dari mereka yang terburu - buru membeli tanah untuk keperluan investasi. Beberapa alasan yang terungkap karena harga murah dan lokasi strategis. Akan tetapi, tidak lama sejak akta jual beli ditandatangani, masalah langsung bermunculan.

Jangan Tergesa - gesa
Hal yang membuat kita mudah tertipu saat akan membeli sesuatu salah satunya adalah perkara ini. Gara gara kesusu atau tergesa - gesa, kita jadi salah tingkah dan pola pikir kita semrawut, sehingga pembeli mudah membawa kita kedalam pengaruh yang mungkin merugikan untuk kita. Kita harus berpikir tenang dan fokus agar bisa mempertimbangkan segala hal dengan matang.

Perhatikan Kondisi dan Lokasi Tanah
Sebelum membeli tanah, pastikanlah jenis kontur tanah tersebut. Jangan sampai membeli tanah bergerak (mudah longsor) untuk dibangunkan rumah di atasnya. Selain itu, perhatikan pula lokasi. Sebab, salah satu poin penggerak nilai sebuah tanah adalah lokasi. Bisa dipastikan, harga jual tanah terus naik jika berada di lokasi strategis, seperti akses jalan mudah ditempuh, dekat dengan pusat perbelanjaan, dan sejumlah fasilitas umum serta sosial.

Jika ingin membeli tanah, maka harus jeli memperhatikan lokasinya. Caranya, dengan mempelajari karakteristik suatu kawasan dan memprediksi kondisinya di masa mendatang.

Luas Tanah Ideal
Luas tanah yang bisa diinvestasikan tergantung dengan kemampuan keuangan Anda. Namun jika Anda bukan developer properti, luas tanah ideal tidak perlu berhektar-hektar. Tentukanlah luas tanah ideal yang kira-kira bisa dibangun hunian layak. Hal ini akan meningkatkan nilai jual nanti dan memudahkan saat ingin dipasarkan kembali. Sebelum membeli, Anda perlu mempertimbangkan ukuran tanah yang dibutuhkan.

Perhatikan Biaya
Membeli tanah bukan hanya perkara berapa harganya per meter persegi. Namun, perhatikan juga faktor biaya lainnya seperti biaya administrasi dengan pihak Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), perpajakan, dan lain-lain. Dengan begitu, pengurusan legalitas atan kepemilikan tanah bisa kelar dengan cepat.

Bebas Sengketa
Sebaiknya, jangan membeli tanah berstatus sengketa warisan, masih menjadi jaminan bank, dokumennya tidak lengkap, dan lain sebagainya. Tanah yang kepemilikannya tidak jelas, jadinya hanya akan menyusahkan dan merugikan. Cara untuk memastikan tanah bebas sengketa adalah dengan mengetahui riwayat tanah. Pastikan Anda bertanya kepada pejabat setempat sebelum membeli tanah, agar mengetahui asal-usul tanah tersebut.

Apalagi jika tanah tersebut belum bersertifikat, masih berupa girik, jangan coba-coba Anda membuatkan Akta Jual Beli (AJB) sebelum mengetahui riwayatnya. Sekalipun berhasil membuat sertifikat tanah atas nama Anda setelah membelinya, bukan berarti sertifikat tanah itu tidak bisa dibatalkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) jika ternyata pihak penjual tanah bukan yang berhak menjualnya.

Bebas Penggusuran
Pastikan untuk tidak membeli tanah milik negara atau tanah yang masuk ke dalam peta rencana pembangunan pemerintah. Sebab, tanah tersebut berisiko menjadi target pembebasan lahan. Dewasa ini, memiliki sertifikat tanah tidak menjadi jaminan tanah bebas penggusuran. Sebaiknya, Anda mengecek tata ruang kota ke Dinas tata kota wilayah setempat untuk memastikan tanah tidak termasuk dalam tanah yang akan dipergunakan pembangunan fasilitas umum.

0 komentar:

Posting Komentar